Dari lepas landas pertama yang berani hingga lahirnya perjalanan udara komersial, sejarah Breitling tidak dapat dipisahkan dari sejarah penerbangan. Pada tahun 1930-an, departemen Penerbangan Huit Breitling menjadi terkenal karena menciptakan jam kokpit yang presisi. Dua dekade kemudian, mereka memperkenalkan instrumen penerbangan baru lainnya, kali ini dalam bentuk yang dapat dipakai: Ref. 765 AVI. Jam tangan pilot perintis tersebut memberikan latar belakang teknis untuk AVI Klasik masa kini, sebuah koleksi yang terinspirasi oleh semangat kokoh pesawat terbang awal yang terkenal. Penghargaan AVI Klasik untuk Vought F4U Corsair menghormati salah satu legenda tersebut.
Sebagai pesawat angkatan laut pada Perang Dunia II, Vought F4U Corsair harus melakukan lepas landas dan pendaratan yang rumit dari kapal induk dan landasan pendaratan jarak jauh. Kecepatan dan daya angkat adalah hal yang sangat penting, dan pesawat ini tampil cemerlang, menjadi pesawat tempur bermesin tunggal pertama yang mampu mencapai kecepatan 400 mph (640 km/jam), sekaligus memberikan kecepatan pendakian yang luar biasa. Desain âsayap bengkokâ, baling-baling besar, dan corak biru khasnya menjadikannya lambang sejarah penerbangan. Sebagai jam tangan pilot sejati yang dirancang untuk tahan terhadap kerasnya kokpit vintage, Classic AVI Tribute to Vought F4U Corsair menampilkan angka Arab yang besar dan mudah dibaca pada pelat jam dan bezel. Bezel berbentuk knurled pada casing 42mm memberikan cengkeraman optimal, bahkan di tangan pilot yang bersarung tangan.
Tali pengikat kulit anak sapi yang dijahit di bagian atas memberi kesan pada jahitan yang terdapat pada perlengkapan penerbangan klasik, sedangkan tali jam baja tahan karat memberikan alternatif yang elegan. Pilot dan wisatawan lain akan menghargai keterbacaan, daya tahan pakai, dan gayanya yang bersahaja. Mesin Classic AVI adalah mesin jam Breitling Calibre 23 bersertifikasi COSC, yang menyediakan cadangan daya sekitar 48 jam.

Penghargaan AVI Klasik untuk F4U Corsair menghormati salah satu legenda tersebut. Sebagai pesawat angkatan laut pada Perang Dunia II, Corsair harus melakukan lepas landas dan pendaratan yang rumit dari kapal induk dan landasan pendaratan jarak jauh. Kecepatan dan daya angkat adalah hal yang sangat penting, dan pesawat ini tampil cemerlang, menjadi pesawat tempur bermesin tunggal pertama yang mampu mencapai kecepatan 400 mph (640 km/jam), sekaligus memberikan kecepatan pendakian yang luar biasa. Desain âsayap bengkokâ, baling-baling besar, dan corak biru khasnya menjadikannya lambang sejarah penerbangan.
Sebagai jam tangan pilot sejati yang dirancang untuk tahan terhadap kerasnya kokpit vintage, Classic AVI Tribute to Vought F4 U Corsair menampilkan angka Arab yang besar dan mudah dibaca pada pelat jam dan bezel.
Bezel berbentuk knurled pada casing 42mm memberikan cengkeraman optimal, bahkan di tangan pilot yang bersarung tangan. Tali pengikat kulit anak sapi yang dijahit di bagian atas memberi kesan pada jahitan yang terdapat pada perlengkapan penerbangan klasik, sedangkan tali jam baja tahan karat memberikan alternatif yang elegan.
Pilot dan wisatawan lain akan menghargai keterbacaan, daya tahan pakai, dan gayanya yang bersahaja. Mesin Classic AVI adalah mesin jam Breitling Calibre 23 bersertifikasi COSC, yang menyediakan cadangan daya sekitar 48 jam.
Rincian Teknis
Kaliber: Kaliber Breitling 23
Gerakan : Mekanik pemuntir otomatis
Cadangan daya: Kira-kira. 48 jam
Bahan kasing: Baja tahan karat
Panggilan : Biru
Caseback : Baja/ Disekrup/ Cetak Pesawat
Ketahanan air : 100 m (330 kaki)
Bezel : Dua Arah/ Baja
Kristal : Safir
Diameter: 42.0 mm
Gelang : Gelang 5 Baris
Bahan gelang : Stainless steel
Gesper: Tali Kupu-Kupu