Dari lepas landas pertama yang berani hingga lahirnya perjalanan udara komersial, sejarah Breitling tidak dapat dipisahkan dari sejarah penerbangan. Pada tahun 1930-an, departemen Penerbangan Huit Breitling menjadi terkenal karena menciptakan jam kokpit yang presisi. Dua dekade kemudian, mereka memperkenalkan instrumen penerbangan baru lainnya, kali ini dalam bentuk yang dapat dikenakan: Ref. 765 AVI. Jam tangan pilot perintis tersebut memberikan latar belakang teknis untuk AVI Klasik masa kini, sebuah koleksi yang terinspirasi oleh semangat kokoh pesawat terbang awal yang terkenal. Nyamuk AVI Klasik menghormati salah satu legenda tersebut. Di era ketika kekurangan aluminium dan baja merupakan hal biasa, para insinyur di balik de Havilland Mosquito memanfaatkan material yang masih berlimpah: kayu. “Wooden Wonder” menimbulkan kejutan ketika mengungguli pesawat logam sezamannya dengan menjadi salah satu pesawat tercepat yang dibuat antara tahun 1940 dan 1950.
Kemampuan manuvernya yang unggul memungkinkannya melakukan banyak tugas dalam berbagai peran, mulai dari pembom ringan, pesawat tempur malam, transportasi, dan pesawat pengintai fotografi. Sebagai jam tangan pilot sejati yang dirancang untuk tahan terhadap kerasnya kokpit vintage, Classic AVI Mosquito menampilkan angka Arab yang besar dan mudah dibaca pada pelat jam dan bezel. Bezel berbentuk knurled pada casing 42mm memberikan cengkeraman optimal, bahkan di tangan pilot yang bersarung tangan. Tali pengikat kulit anak sapi yang dijahit di bagian atas memberi kesan pada jahitan yang terdapat pada perlengkapan penerbangan klasik, sedangkan tali jam baja tahan karat memberikan alternatif yang elegan. Pilot dan wisatawan lain akan menghargai keterbacaan, daya tahan pakai, dan gayanya yang sederhana. Mesin Classic AVI adalah mesin jam Breitling Calibre 23 bersertifikasi COSC, yang menyediakan cadangan daya sekitar 48 jam.
